Tampilkan postingan dengan label Wisata Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2012

Gerobak Murah | Pantai Parangtritis Yogyakarta

0 komentar





       Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan beragam objek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo dan kawasan Merapi. Pantai yang terletak 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta ini juga merupakan bagian dari kekuasaan Ratu Kidul.
        Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.
        Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemunya itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian.
          Sejumlah pengalaman wisata bisa dirasakan di pantai ini. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama. Pesona alam itu bisa diintip dari berbagai lokasi dan cara sehingga pemandangan yang dilihat lebih bervariasi dan anda pun memiliki pengalaman yang berbeda. Bila anda berdiri di tepian pantainya, pesona alam yang tampak adalah pemandangan laut lepas yang maha luas dengan deburan ombak yang keras serta tebing-tebing tinggi di sebelah timurnya.

       Untuk menikmatinya, anda bisa sekedar berjalan dari arah timur ke barat dan memandang ke arah selatan. Selain itu, anda juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar anda melewati rute serupa tanpa lelah. Ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai. Biayanya, anda bisa membicarakan dengan para penyewa jasa. Usai menikmati pemandangan Parangtritis dari tepian pantai, anda bisa menuju arah Gua Langse untuk merasakan pengalaman yang berbeda. Di jalan tanah menuju Gua Langse, anda bisa melihat ke arah barat dan menyaksikan keindahan lain Parangtritis.

        Gulungan ombak besar yang menuju tepian pantai akan terlihat berwarna perak karena sinar matahari, dan akan berwarna menyerupai emas bila sinar matahari mulai memerah atau menjelang senja. Puas dengan pemandangan alamnya anda bisa  menikmati pengalaman wisata lain dengan menuju tempat-tempat bersejarah yang terdapat di sekitar Pantai Parangtritis. Salah satunya adalah Makam Syeh Bela Belu yang terletak di jalan menuju pantai. Anda bisa naik melalui tangga yang menghubungkan jalan raya dengan bukit tempat makam sakral ini. Umumnya, banyak peziarah datang pada hari Selasa kliwon.

        Selesai mengunjungi makam, anda bisa menantang diri untuk menuju Gua Langse, gua yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dan melalui tebing setinggi 400 meter dengan sudut kemiringan hampir 900. Untuk memasuki gua yang juga sering disebut sebagai Gua Ratu Kidul ini, anda harus meminta ijin pada juru kuncinya terlebih dahulu. Menurut salah seorang penjaga Pantai Depok yang di waktu mudanya sering menuruni gua, anda bisa melihat pemandangan laut selatan yang lebih indah begitu berhasil memasuki gua.
       Pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Cina, anda bisa melihat prosesi upacara Peh Cun di Parangtritis. Peh Cun, berasal dari kata peh yang berarti dayung dan cun yang berarti perahu, merupakan bentuk syukur masyarakat Tioghoa kepada Tuhan. Perayaan ini juga bermaksud mengenang Khut Gwan (Qi Yuan), seorang patriot dan sekaligus menteri pada masa kerajaan yang dikenal loyalitasnya pada raja hingga ia difitnah oleh rekannya dan memilih bunuh diri. Perayaan Peh Cun di Parangtritis tergolong unik karena tidak diisi dengan atraksi mendayung perahu berhias naga seperti di tempat lain, tetapi dengan atraksi telur berdiri. Atraksi dimulai sekitar pukul 11.00 dan memuncak pada pukul 12.00. Pada tengah hari, menurut kepercayaan, telur bisa berdiri tegak tanpa disangga. Namun, begitu memasuki pukul 13.00, telur akan terjatuh dengan sendirinya dan tak bisa didirikan lagi.



  

Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta - Imogiri - Siluk - Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta - Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka.
Read more...

Kamis, 30 Agustus 2012

Gerobak Murah | Pantai Baron Yogyakarta

0 komentar

Pantai Baron Yogyakarta

pantai baron          Deretan pantai selatan Yogyakarta yang membentang dari barat ke timur memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Pantai-pantai tersebut menawarkan kemolekannya masing-masing untuk dikunjungi. Ada yang menawarkan masakan laut, pemandangan sunset, pasir putih, dan berbagai keunikan yang lain.
          Begitu pula dengan Pantai Baron. Pantai ini tak mau mengalah untuk menjadi pantai yang cantik untuk dikunjungi. Pantai Baron menawarkan pemandangan yang indah dan masakan hasil laut yang memanjakan lidah. Tak heran kalau pantai ini menjadi favorit para wisatawan di samping pantai-pantai lain yang menjadi deretan Pantai Baron, yaitu Pantai Siung, dan Pantai Sundak. Bahkan, Pantai Baron tak kalah elok dengan pantai di daerah lain seperti Pantai Parangtritis, Depok, Pantai Glagah, dan pantai-pantai yang lain.
          Pantai Baron terletak di wilayah Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Sebagaimana pantai-pantai selatan Yogyakarta yang lain, Pantai Baron memiliki ombak yang besar sehingga para wisatawan tidak boleh melewati batas yang telah ditentukan dan harus berhati-hati jika ingin berenang di pantai ini.
4._Suasana_Pasar_Ikan_di_Pantai_Baron.jpg
Suasana pasar ikan di Pantai Baron
          Pantai ini sebenarnya berupa teluk yang diapit oleh dua buah bukit di sisi kanan dan kirinya. Pasir berwarna cokelat menghampar di sepanjang pantai. Di atas pasir itu, berjajar perahu-perahu nelayan membelakangi lautan. Kapal-kapal itu baru pulang dari melaut atau sedang beristirahat kala musim melaut belum tiba. Pantai Baron memang menjadi dermaga bagi para nelayan untuk berangkat dan pulang untuk mencari nafkah. Sehingga, di kawasan pantai ini juga dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pasar para nelayan untuk menjual hasil tangkapannya.
          Tak kalah menariknya adalah perjalanan ke pantai ini. Sepanjang perjalanan ke Pantai Baron, Anda akan disuguhi pemandangan alam perdesaan yang eksotis dan masih alami. Bukit-bukit, sawah, dan lanskap alam yang hijau akan membuat mata menjadi lebih segar. Jalan yang berkelok-kelok dan naik turun akan menjadi pengalaman berkendara yang mengasyikkan.

Keistimewaan Pantai Baron


suasana Pantai Baron PukuL 06.00..
           Di pantai Baron, Anda dapat berenang sepuasnya asalkan tidak melewati batas terjauh yang telah ditentukan. Sebab, bagaimanapun pantai ini mempunyai ombak yang besar. Anda dapat bermain pasir sepuasnya, menikmati badan yang lengket karena air laut, atau menikmati asin angin laut yang kencang berhembus. Setelah puas bermain air laut, Anda dapat mandi di muara sungai bawah tanah yang terdapat di pantai ini. Air sungai bawah tanah ini cukup segar. Berbeda dengan sungai yang kita kenal biasanya, sungai ini jauh dari pencemaran karena sungai ini mengalir di bawah tanah.
suasana pasar ikan dini hari...
          Bermain pasir dan mandi memang menyenangkan, tetapi akan kurang rasanya kalau tidak mencicipi masakan laut hasil tangkapan para nelayan. Berbagai restoran yang ada di kawasan pantai menyediakan berbagai masakan laut yang dapat Anda nikmati dengan harga terjangkau. Jika Anda ingin memasak sendiri ikan tersebut, Anda dapat membelinya di TPI yang juga berada di sekitar pantai ini. Tentu saja, ikan yang ada di sana masih segar karena langsung berasal dari laut yang berada di sebelahnya.
          Dua bukit yang mengapit pantai ini merupakan lahan perkemahan yang dapat Anda gunakan jika Anda suka petualangan dan ingin menikmati suasana alam Pantai Baron malam hari. Dari atas bukit, terlihat laut yang membentang, bukit yang berada di seberang yang lain, dan perahu-perahu berwarna putih dan biru yang berjajar rapi. Bukit-bukit di kawasan pantai ini cocok untuk digunakan sebagai lokasi lintas alam atau trekking. Anda akan tertantang ketika naik dan turun di bukit yang permukaannya terdiri dari bebatuan ini.
          Pemandangan pantai ini akan lebih indah menjelang senja, yaitu ketika langit mulai berwarna merah kekuningan dan matahari perlahan turun sebelum akhirnya menghilang. Bagi Anda penyuka senja, tentu tak akan rugi menikmati senja di pantai ini. Dari bukit sebelah kiri, panorama senja akan terlihat lebih indah.

Lokasi & Akses jalan

          Secara administratif, Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Letak pantai ini adalah sekitar 65 km dari arah Yogyakarta atau 20 km ke arah selatan dari Wonosari. 
         Untuk menuju ke lokasi Pantai Baron, ada beberapa pilihan transportasi yang dapat Anda gunakan. Anda dapat menggunakan taksi, bus umum, atau kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.
         Anda yang hendak ke Pantai Baron dengan menggunakan kendaraan umum, jalur kendaraan umum yang dapat Anda tempuh adalah:
         Dari Stasiun Tugu menuju Terminal Giwangan ditempuh dengan bus Trans-Jogja jurusan 1A, di shelter Bandara Adisucipto Anda harus pindah bus jalur 3B—jalur bus yang menuju Terminal Giwangan. Biaya sekali jalan adalah Rp 3.000,00-. Dari Bandara Adisucipto, Anda dapat langsung naik bus Trans-Jogja jalur 3B langsung ke Terminal Giwangan. Ongkos bus dari bandara ke Terminal Giwangan adalah Rp 3000,00-.
         Sesampainya di Terminal Giwangan, Anda dapat naik minibus jurusan Yogyakarta-Wonosari dengan jarak tempuh antara 1 hingga 2 jam. Setelah sampai di Wonosari, perjalanan dilanjutkan dengan minibus yang menuju Pantai Baron. 

Harga Tiket, Akomodasi dan Fasilitas lainnya

          Untuk masuk di lokasi obyek wisata Pantai Baron, setiap pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-. Tiket ini sekaligus juga dapat digunakan untuk tiga pantai yang berada di deretan Pantai Baron, yaitu Pantai Sundak, Pantai Krakal, dan Pantai Kukup. Biaya parkir di kawasan Pantai Baron adalah Rp 2.500,- untuk mobil dan Rp 1.000,- untuk sepeda motor.
          Pantai Baron mempunyai beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh para wisatawan. Beberapa fasilitas tersebut antara lain lahan parkir yang luas, restoran yang menyajikan berbagai masakan laut (seafood), hotel dengan harga terjangkau, camping ground yang berada di sekitar pantai, dan tempat untuk memancing.

Read more...

Rabu, 22 Agustus 2012

Pantai Sundak Yogyakarta

0 komentar
            Wilayah yang diuraikan di atas sebelum tahun 1930 masih terendam lautan. Konon, air sampai ke wilayah yang kini dibangun masjid, batu karang yang membentuk gua pun masih terendam air. Seiring proses geologi di pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah di dekat masjid akhirnya menjadi daratan baru yang kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk aktivitas ekonominya hingga saat ini.


           Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut yang akhirnya menjadi titik tolak penamaan pantai ini. Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah).
        Perubahan nama berlangsung beberapa puluh tahun kemudian. Sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Suatu siang, seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut dan keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.
          Tak dinyana, perkelahian itu membawa berkah bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak. Setelah mencoba menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar. Jadilah kini, air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air laut.

          Nah, bila kondisi tahun 1930 saja seperti yang dikatakan di atas, dapat diperkirakan kondisi ratusan tahun sebelumnya. Tentu sangat banyak organisme laut yang memanfaatkan bagian bawah karang yang kini menjadi gua dan wilayah yang kini menjadi daratan. Karenanya, banyak arkeolog percaya bahwa sebagai konsekuensi dari proses geologis yang ada, banyak organisme laut yang tertinggal dan kini tertimbun menjadi fosil. Soal fosil apa yang ditemukan, memang hingga kini belum banyak penelitian yang mengungkapkan.
Selain menawarkan saksi bisu sejarahnya, Sundak juga menawarkan suasana malam yang menyenangkan. Anda bisa menikmati angin malam dan bulan sambil memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai bersama teman. Dengan membayar beberapa ribu, Anda dapat membeli kayu untuk bahan bakar. Kalau malas, pesan saja yang matang sehingga siap santap. Yang jelas, tak perlu bingung mencari tempat menginap. Pengunjung bisa tidur di mana saja, mendirikan tenda, atau tidur saja di bangku warung yang kalau malam tak terpakai. Kegelapan tak perlu diributkan, bukankah membosankan jika hidup terus terang benderang? salam sukses memet...
Read more...
 
Copyright © 2012 Gerobak Murah | Design by Rohmat Yulianto